Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan kota-kota besar beserta daerah satelitnya telah membawa perubahan dan kelangkaan sumber daya seperti lahan dan lingkungan. Dikarenakan letaknya yang strategis dan berubah menjadi pusat perdagangan dan jasa, lahan di kota-kota besar seperti Jabodetabek menjadi mahal. Terkonsentrasinya penduduk dan aktivitas di kota-kota besar ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan seperti kemacetan, polusi udara, dan kebisingan akibat banyaknya kendaraan bermotor dan konflik sosial ekonomi (Santosa NS 2012). Dalam perkembangannya, banyak penduduk yang semula tinggal di kota-kota besar kemudian pindah ke kawasan pinggiran kota dengan pertimbangan mencari lahan yang terjangkau dan lingkungan yang sehat dan aman. Terdapat sebuah kecenderungan yakni peningkatan penduduk di daerah kota metropolitan lebih rendah atau menurun dibandingkan dengan area sekitar. Pada tahun 1990-2000, laju peningkatan penduduk pada kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang relatif rendah, berkisar 0,16-0,90% pada tahun 1990-2000. Sementara laju pertambahan penduduk di daerah sekitarnya relatif tinggi. Kabupaten Bekasi dan Tangerang misalnya, mempunyai laju kenaikan penduduk sebesar 4,13% pada periode yang sama (Santosa NS 2012). Dalam perkembangannya, terjadi alih fungsi lahan dari lahan pertanian produktif dan area resapan air menjadi permukiman dan industri. Yokohari et al. (2000) dalam jurnal Landscape and Urban Planning (73:16-28), juga menyatakan bahwa memang sangat mudah dalam mengubah lahan pertanian menjadi area permukiman di Asia. Hal ini salah satu sebabnya adalah rendahnya tingkat peraturan yang ada dan pengawasan yang minim di lapang. Keberadaan dan peningkatan permukiman yang tidak tertata kemudian semakin meningkatkan kehilangan lahan pertanian di area pinggiran kota (Landscape and Urban Planning 106: 149-157). Hal ini juga diperkuat dengan pernyataan Fitriani dan Harris (2011), bahwa pengembangan aktivitas di pinggiran kota Jakarta didominasi oleh permukiman yang mengambil lahan pertanian.