Lanskap Agroforestri dapat dikategorikan sebagai Agroforestri Sederhana dan Agroforestri Kompleks. Agroforestri Sederhana dalam hal ini dapat berkembang menjadi Agroforestri Kompleks. Tahap terbentuknya Agroforestri Kompleks yaitu dimulai saat pembukaan area hutan menjadi perladangan tanaman semusim, kemudian selanjutnya penanaman perpaduan tanaman semusim dengan pepohonan (Agroforestri Sederhana). Ketika sistem ladang tersebut kemudian ditinggalkan, dan sistem bekas ladang yang ditanami pepohonan kemudian dibiarkan hingga pohon membesar (termasuk bambu) dengan aneka tanaman di bawahnya, termasuk umbi-umbian, pisang, maka selanjutnya terbentuk sistem Talun (forest garden). Talun ini umumnya berada jauh dari perkampungan, berada pada lereng curam dengan tingkat pengelolaan ekstensif. Jika dikelola agak intensif dengan aneka jenis tegakan pohon dan tanaman lainnya yang bernilai ekonomis, serta berada di dekat bahkan di tengah perkampungan, maka disebut kebun campuran (mixed gardens). Ketika kemudian pada sistem tersebut didalamnya dibangun sebuah rumah atau bangunan rumah tinggal, maka pertanaman yang ada di sekitar rumah dan bangunan rumah tinggal tersebut dinamakan sebagai pekarangan (homestead garden). Baik Talun (forest garden), kebun campuran (mixed gardens), dan pekarangan (homestead garden) merupakan bagian dari Agroforestri Kompleks. Dapat diketahui bahwa pada Agroforestri Kompleks, terdapat dinamika spasial baik dari kuantitas luas pertanaman maupun pada kuantitas jenis tanaman yang ditanam. Pada Agroforestri Kompleks, spasial luas pertanaman meningkat seiring dengan pertumbuhan tanaman dan pepohonan. Hal ini kemudian diikuti pula dengan peningkatan kuantitas dari jenis tanaman.

Sebaliknya, suatu Agroforestri Kompleks dapat menjadi atau kembali menjadi Agroforestri sederhana ketika Agroforestri Kompleks tersebut dibersihkan dan diolah kembali menjadi suatu sistem perladangan dan pertanaman dengan perpaduan tanaman semusim dan pepohonan. Dari sisi dinamika spasial, perubahan ini tentu menunjukkan berkurangnya kuantitas luas pertanaman dan jenis tanaman yang ditanam.