Sungguh hari yang melelahkan..setibanya di kota pangkal perjuangan segera kulangkahkan kaki menyeberangi jalan di tengah deru mesin kendaraan yang lalu lalang..ku rapihkan kembali pakain dan barang bawaan yang kubawa sambil menengok ke kiri dan kanan jalan berharap sebuah angkot kan segera datang..smbl menunggu..akupun membeli segelas kesegaran dari teh alami yang melepaskan dahagaku..dan..alhmdllh..akhirnya angkot yang berwarna kuning dan bertuliskan 01 di bagian depannya ini pun datang dan menghampiriku..tidak berlama-lama akhirnya angkot ini pun segera meluncur menuju alun-alun kota..namun..alun-alun kota bukanlah tujuanku..sebelum tiba di alun-alun kota, akupun memberi isyarat kepada pak supir untuk segera berhenti di dekat rel kereta yang memang tidak jauh dari alun-alun kota..kuberikan beberapa lembar uang ribuan dan pak supir pun segera berlalu..akupun menyeberangi jalan..sambil membuka foto dari google maps di hpku, akupun beranjak menyusuri jalan sambil melihat papan nama jalan di setiap persimpangan yang kulewati..dan..dewi sartika yang menjadi nama jalan yang kucari itupun segera kutemukan..dan di pinggir jalan itupun tertera nama kantor yang sedang kucari..”DInas Cipta Karya” itulah namanya..akupun segera memasuki gedung berwarna merah abu-abu berlantai dua tersebut..segera kutemui pak Rojak yang memang sebelumnya pernah kutemui..dan beliau pun mengajakku menuju ruang Tata Bangunan yang berada di lantai dua..sesampainya disana akupun mengobrol sebentar dengan beberapa pegawai..sambil menunggu, dengan sedikit mendongakkan kepala akupun mencoba melirik sebuah komputer yang tak jauh di depanku, terlihat cukup jelas disana sebuah program aplikasi Cad dengan gambar kerja berupa bangunan rumah..belum selesai kuamati seluruhnya, akupun dipanggil oleh pegawai yang lain dan ternyata akupun disuruh untuk pindah ke ruang Tata Ruang Kota..namun..karena adzan Dhuhur telah berkumandang, akhirnya kutunda ke ruang tersebut..akupun turun ke lantai satu dan beranjak keluar gedung untuk mencari Masjid terdekat..tidak terlihat memang..namun kuperhatikan dengan seksama asal suara adzan tersebut..dan asumsiku pun mengatakan masjid ada di seberang jalan dan rel kereta..ya..di tengah padatnya perumahan warga..setelah menyeberang jalan, akupun melihat ada rel kereta..dan dengan sedikit usaha karna mmg jln menanjak, akhirnya akupun sampai di tengah rel kereta dan dari sanalah kulihat menara itu..menara dari masjid yang mengumandangkan adzan..tidak berselang lama, akupun menyusuri jalan setapak di tengah padatnya rumah penduduk, sambil sedikit menebar senyum dan ucapan salam, kusapa para penduduk disana sambil terus melanjutkan langkah kakiku..singkatnya, akupun tiba di masjid tersebut..setelah berwudhu, akupun segera melaksanakan shalat berjamaah bersama jamaah lainnya..dan tidak berselang lama, shalat berjamaahpun berkhir ketika imam mengucapkan salam..dan seperti jamaah lainnya, aku pun duduk sejenak sambil berdzikir..tidak lama kemudian, pandanganku pun tertuju pada seorang kakek tua yang berada di luar jendela.. dengan baju koko dan sarung yang dikenakannya, ia berjalan pelan..bahkan sangat pelan..sampai terbersit pertanyaan di benakku apakah kakek ini mendapati masalah di kakinya..dan bukan sekedar dugaan, akupun memperhatikan tangannya yang bersandar di dinding masjid seolah menjadi penyeimbang tubuhnya..kakek itupun meletakkan sandalnya di sudut masjid dan kembali berjalan menuju pintu masuk masjid sambil tetap tangannya bersandar di dinding masjid..dan akhirnya kakek itupun masuk ke dalam masjid..Ia pun mengambil saf di sisi kanan untuk shalat..namun Ia berdiri sejenak dan kemudian membentangkan sajadahnya di atas sajadah yang memang telah ada di masjid tersebut..dan Ia pun shalat..cukup lama.. dan sepertinya begitu menghayati pertemuannya dengan sang khalik..singkat cerita, kakek itupun selesai shalat dan setelah berdzikir Ia pun segera beranjak keluar..dan sebelum keluar Masjid..setelah kuperhatikan lekat-lekat, ternyata kudapati kakek ini seorang Tuna Netra..akupun tersentak di dalam hati..SubhanAllah..! memang bukan kali pertama aku mendengar ada seorang Tuna Netra beranjak ke Masjid ketika adzan telah berkumandang..namun inilah kali pertama aku melihat langsung dgn sndirinya..dan ini berbeda..Kulihat begitu besar semangat sang kakek dalam beribadah..bahkan Ia menafikkan kndisinya yang tidak hanya tua renta tapi juga seorang penyandang tuna netra..dan akupun teringat sebuah kisah di zaman Rasullullah dimana terdapat seorang tuna netra yang bertanya kepada Rasullullah tentang keharusannya pergi ke Masjid ketika mendengar adzan di tengah kesusahannya melihat kondisi sekitarnya..yang singkat cerita pada akhirnya Rasullulah pun mengatakan “apabila engkau masih bisa mendengar adzan maka bersegeralah ke Masjid”..sungguh.. betapa pentingnya shalat berjamaah bagi kita, bahkan Rasullulah pun menekankan hal itu pada seorang tuna netra sekalipun..namun.. sungguh berbeda dengan kondisi sebagian besar dari kita saat ini yang ketika mendengar adzan pun masih sempat mengerjakan pekerjaan dunia..hmm..semoga kita bisa merenung dan berkaca pada diri kita..