Keberadaan manusia tidak terlepas dari lingkungan di sekitarnya. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alami dan lingkungan buatan. Lingkungan alami memberikan sensasi tersendiri bagi kehidupan manusia yang kebanyakan merupakan sensasi kesegaran dan kenyamanan serta keindahan. Lingkungan buatan memberikan sensasi lain dari nilai kehidupan manusia. lingkungan buatan ini dapat berupa bangunan fisik atau biofisik. Lingkungan biofisik ini dibangun dari elemen-elemen softscape dari alam, yakni manusia, hewan, air, dan tanaman. Lingkungan biofisik yang memberikan suatu nilai fungsional dan keindahan ini kemudian disebut sebagai taman.

Pada saat ini, keterkaitan antara taman dan kehidupan manusia adalah sangat terkait dan berhubungan, bahkan saling menbutuhkan satu sama lain. Taman membutuhkan manusia dalam mengelolanya, dan manusia pun membutuhkan taman dalam mengisi kehidupannya. Namun, terkadang hubungan saling membutuhkan diantara keduanya dirusak oleh segelintir manusia yang hanya melihat sisi keuntungan dari keberadaan taman tanpa mengelolanya. Contoh sederhananya adalah kita sering melakukan aktivitas olahraga di taman namun kita juga membuang sampah sembarangan di taman tersebut, Pedagang berjualan ditaman atau di dekat taman namun mereka juga mengotori bahkan membuang sampah sembarangan, dan masih banyak hal lain. Memang disatu sisi taman diciptakan untuk manusia, dan taman yang merupakan hasil desain ini pun memang sejatinya untuk mnusia, bahkan Rutledge (1981) menyatakan bahwasanya

“Design Must Be for PEOPLE ”

hal ini cukup jelas dan dapat menerangkan serta menjadi alasan pernyataan di atas. namun, dapatkah kita meminimalisir terjadinya kerusakan pada taman? hal ini kembali lagi pada diri kita masing-masing karna kerusakan tersebut berasal dari kita, dan kita jugalah yang harus memperbaikinya. Bahkan Allah SWT pun menjelaskan bahwasanya kerusakan yang terjadi di muka bumi ini adalah akibat dari perbuatan manusia. Dan ini merupakan pelajaran bagi kita bersama dalam hal mencegah dan memperbaikinya.

semoga bisa menjadi bahan renungan kita bersama..

~edu