rumah

Tempat tinggal atau rumah merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia. keberadaan rumah dapat memberikan kenyamanan bagi manusia yang berada di dalamnya. Namun sebaliknya, terkadang keberadaan rumah ini memberikan pengaruh negatif dan ketidaknyamanan bagi lingkungan sekitar dan hal ini tak hanya sekadar wacana, tapi hal ini sudah menjadi realita dan fakta yang nyata. Pada negara-negara berkembang, pembangunan rumah dan perumahan adalah hal yang lumrah terjadi. Namun, tidak banyak perumahan yang memperhatikan unsur kenyamanan bagi pemilik rumah dan bagi lingkungan. Ketidaknyamanan tersebut salah satunya bersumber dari tidak seimbangnya antara KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dan KDL (Koefisien dasar lahan) pada rumah pribadi maupun perumahan. hal ini menyebabkan penataan ruang dalam dan ruang luar terutama ruang terbuka hijau (RTH) menjadi semrawut atau tidak teratur. Padahal Undang-undang no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang sudah cukup memberikan penjelasan bahwasanya kebutuhan ruang terbuka hijau harus diperhatikan. pada UU tersebut dijelaskan bahwa standar RTH kota adalah 30%, namun berapa banyak kota di negeri ini yang menerapkan UU tersebut? tidak banyak! atau kalaupun ada kota tersebut adalah kota yang sedang berkembang atau belum berkembang, dan terkadang keberadaan RTH nya pun tidak teratur dan terarah sehingga tetap menyebabkan ketidaknyamanan pada penggunanya.

Keberadaan RTH merupakan hal yang penting diperhatikan dalam membangun sebuah kota, pun demikian dalam membangun sebuah rumah tinggal. keberadaannya pun  tergantung pada kebijakan pemerintah dan pihak terkait termasuk pemilik rumah. Sejatinya, UU no 26 tahun 2007 ini bisa diterapkan mulai dari rumah pribadi kita masing-masing. Keseimbangan antara KDB dan KDL merupakan salah satu kuncinya. Hal ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penataan ruang termasuk RTH. Dan apabila dikatakan mana yang lebih dahulu penting antara RTH dan membangun Rumah, maka jawabannya adalah baik RTH maupun Rumah memiliki tingkat kepentingan yang sama. Hal ini dapat diaplikasikan melalui keseimbangan dalam membangun keduanya.

~edu